Fakta data
- Tahun 70an, putra2 Malaysia sebagian belajar di Indonesia, guru2/dosen2 terbaik Ina diimpornya. Sekarang ?
- Tidak sedikit putra2 terbaik Ina, yang pernah diprogram habibie, saat ini mengembangkan program dirgantara Malaysia, bahkan ruang Angkasa
Analisa
- Adanya paradigma lebih suka membeli beras impor (ada komisi, ada selisih) ketimbang, mengembangkan ketahanan pangan, sehingga Ina tidak lagi mengimpor, tapi kalau bisa expor (karena yang ini tdk menguntungkan).

karena adanya budaya birokrasi yang tertanam sejak dini, contohnya dapat dilihat pada dekanat mipaui. mengurus suatu hal dibuat lama… bisa lama kog dibikin cepat…? tanya kenapa
engga ah, serem
Assalaamu’alaikum pak Marta, semoga senantiasa diberikan kesehatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
saya ada beberapa usul nih pak, terkait dengan pelayanan di mipa ui dan sebagainya.
1. kemarin saya legalisir ftkp ijazah dan transkrip nilai. meskipun hanya Rp 2500 rupiah per lembar (baik ijazah maupun transkrip), namun menurut saya biayanya agak lumayan mahal. kalau masing2 cuma 2 rangkap mungkin ga masalah karena hanya keluar Rp 5000. tapi jika kita mau mengurus kerja atau beasiswa s2 ke berbagai tempat, kta mungkin butuh 6 rangkap atau lebih yang artinya harus membayar Rp 30.ooo. sepertinya harga yang terlalu besar untuk 6 buah stempel bertandatangan. mohon dipertimbangkan agar ongkos yang ditetapkan lebih bijaksana. misalnya untuk legalisir di atas 4 rangkap, maka biaya yang dikeluarkan dipotong 50%. biasanya yang perlu legalisir belum kerja seperti saya he he he…
2. buat saya, perpustakaan adalah ruangan kedua setelah ruang kuliah. namun saya selalu punya pengalaman buruk dengan pelayanan perpus mipa, terutama dengan ibu2 agak gemuk berkerudung yang terlihat lebih tua karena sepertinya tidak pernah menebar senyum melayani
mahasiswa. figur pegawai ideal bagi saya adalah seperti pegawai di Kantor kerjasama Internasional UI, selalu senyum dan siap membantu mahasiswa yang mencari beasiswa untuk kuliah overseas. mohon memberikan teguran kepada ibu tersebut, karena stidaknya sejak tahun 2000 ia selalu begitu, hingga kemarin saya ke kampus mencari rererensi . kasihan kan adik2 saya kalau selalu dicemberuti spt itu?