Menghindari “Penganggur Terdidik”

12 02 2008

Tidak ada yang niat menganggur, tapi bila kuliah hanya sekedar cari nilai, cari ijazah, adalah indikasi akan menuju sulitnya mendapatkan pekerjaan
Kompas melaporkan jumlah pengangguran terdidik terus bertambah.
(lihat Grafik). Pengangguran terdidik tidaklah dapat diatasi dengan penciptaan lapangan kerja yang padat karya yang hanya cocok untuk lulusan SMA ke bawah. Antisipasi dengan menyiapkan lulusan memiliki standar kompetensi lulusan:

  1. Indeks Prestasi Kumulatif, sebagai indikator kompetensi sesuai bidangnya minimal 3,00
  2. Indikator kemampuan bahasa, tes TOEFL min 500
  3. Indikator suka bersaing, sertifikat menang lomba karya tulis, lomba penelitian
  4. Indikator kemampuan soft skills, diantaranya 5:3:1 (minimal 5 kali ikut kegiatan, minimal 3 kali jadi panitia kegiatan dan minimal sekali jadi pengurus organisasi)
  5. Indikator kemampuan wirausaha

Sistem perlu dibuat untuk mendukung tercapainya standarisasi kompetensi lulusan minimal tersebut, misalnya:

  1. Adanya CDC yang memberikan pelatihan wirausaha, teknik menghadapi wawancara, membuat CV yang menjual dan proaktif “menjual” lulusan ke Industri.
  2. Supaya tim marketing pede menjual lulusan, tentunya “barang yang ditawarkan” harus berkualitas. Jadi perlu quality control team

Sumber:

  1.  Kompas 11 Feb 08
  2. Diskusi Ekonomi
Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: